- Resource: Maxthon hanya membutuhkan memori sekitar 10 - 20 MB, sedangkan Firefox membutuhkan kira-kira 100 - 200 MB, sepuluh kali lipat lebih besar! Tidak heran, karena Firefox terkenal dengan kelemahan terbesarnya yaitu memory leak. Saranku: gunakanlah Maxthon jika memori komputer Anda 256 MB ke bawah. Firefox hanya cocok untuk komputer bermemori 512 MB ke atas.
- Platform: Firefox bisa dijalankan pada Windows, Linux, dan sistem operasi lain, sedangkan Maxthon hanya untuk Windows.
- Halaman yang dapat dibuka: Sebagian besar situs web di dunia didesain agar bisa tampil pada IE. Ingat bahwa Maxthon 100% kompatibel dengan IE. Firefox kalah dalam hal ini.
- Gratis: Sama-sama gratis tanpa syarat :).
- Kecepatan loading halaman: Maxthon menang! Percobaanku adalah membuka salah satu artikel AnandTech.com yang berisi banyak gambar berukuran besar.
- Fitur awal sebelum ditambah extension/plugin: Maxthon sudah cukup hebat tanpa plugin, sedangkan Firefox membutuhkan berbagai extension agar menjadi hebat. Contohnya, Maxthon telah punya Ad Blocker dari awal (untuk memblok iklan), sedangkan Firefox perlu tambahan install extension Adblock Plus. Saranku: pengguna awam lebih cocok memakai Maxthon, dan pengguna ahli lebih cocok Firefox.
- Kecepatan membuka aplikasi: Maxthon sangat ringan, dan dapat dibuka dengan cepat (di bawah 10 detik). Sedangkan untuk membuka Firefox saya perlu menunggu lama (di atas 10 detik), karena banyaknya extension yang perlu di-load. Firefox tanpa extension bisa dibuka dengan cepat juga, tapi secara fitur akan kalah dengan Maxthon. Inilah salah satu alasan utamaku mengapa saya lebih memilih Maxthon.
- Phishing filter: Maxthon belum mempunyai fasilitas ini. Firefox menang.
- Dukungan plugin/extension: Plugin/extension dibuat oleh komunitas di luar pembuat browser. Komunitas Firefox saat ini jauh lebih besar daripada Maxthon. Ini berarti fitur-fitur tambahan Firefox (yang akan mempermudah aktivitas berselancar di internet) lebih bervariasi daripada Maxthon. Maxthon kalah dalam hal ini. Pengguna ahli menyukai dukungan ini pada Firefox, sedangkan pengguna awam tidak (atau hanya sedikit) merasakan manfaat dukungan extension ini. Tidak tertutup kemungkinan suatu saat ketika komunitas Maxthon bertambah, dukungan plugin-nya akan meningkat.
- Fitur-fitur lain: Fitur yang dimiliki oleh Maxthon tetapi tidak dimiliki oleh Firefox, pada umumnya telah ditambal oleh extension Firefox, contohnya: Mouse Gesture-nya Maxthon ditambal oleh All-in-One Gestures extension Firefox. Begitu pula sebaliknya, contoh: fitur "Find"-nya Firefox yang enak dipakai itu ditambal oleh plugin Maxthon bernama EasyFinder, yang menggantikan dialog Find milik IE yang tidak enak dipakai dan menutupi pandangan. Namun, Firefox mempunyai banyak extension yang tidak dimiliki oleh Maxthon maupun pluginnya, misalkan FoxyTunes.
- Dual engine: Firefox memang mempunyai extension IE Tab. Sedangkan Maxthon telah mempunyai dual engine dari awal! Engine default Maxthon adalah Trident (engine yang dipakai oleh IE), tetapi dapat diubah menjadi Gecko (engine yang dipakai oleh Firefox). Dengan adanya dual engine, halaman web yang hanya mendukung IE (hanya dapat ditampilkan dengan IE) bisa dibuka oleh kedua browser ini, begitu pula halaman yang hanya mendukung Firefox. Maxthon menang karena tidak memerlukan plugin untuk mendapat fitur berguna ini.
DOWNLOAD DISINI


0 komentar:
Posting Komentar